Bisnisia.id | Banda Aceh – Pilkada 2024 di Aceh mencatatkan momen penting bagi jalur independen. Dari 12 pasangan calon kepala daerah non-partai di 23 kabupaten/kota, dua pasangan mengklaim kemenangan setelah perhitungan sementara: Muharram Idris sebagai Bupati Aceh Besar dan Zulkifli Adam sebagai Wali Kota Sabang.
Pada Rabu malam, 27 November 2024, Muharram Idris, atau yang akrab disapa Syech Muharram, dengan penuh percaya diri mengumumkan kemenangannya. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pesaingnya yang menciptakan kompetisi sehat di Pilkada Aceh Besar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Paslon nomor urut 02 Mukhlis Basyah dan Tgk. Jazuli, pasangan nomor urut 3 Mawardi Ali dan Irawan Abdullah, serta pasangan nomor urut 4 dari PKB, Musannif dan Sanusi. Keharmonisan yang kita tunjukkan adalah kunci keberhasilan demokrasi luar biasa ini,” ujar Muharram seperti dilansir Kanalinspirasi.com.
Muharram, yang merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), memilih jalur independen dalam pencalonannya. Keputusan ini dianggap menarik, mengingat ia tidak mencalonkan diri melalui Partai Aceh atau Partai Nasional Aceh, dua partai yang banyak diisi oleh mantan anggota GAM.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh rakyat Aceh Besar. Ini adalah wujud komitmen kami untuk membawa perubahan bersama masyarakat,” tambah Muharram.
Sementara itu, Zulkifli Adam, yang sebelumnya menjabat Wali Kota Sabang pada periode 2012–2017, juga mengklaim kemenangan di Pilkada Kota Sabang. Ia menyatakan hasil perhitungan sementara menunjukkan keunggulan yang signifikan.
“Hasil rekapitulasi suara keseluruhan menunjukkan kami menang. Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Sabang,” ungkap Zulkifli Adam.
Sejarah jalur independen di Pilkada Indonesia memiliki akar yang kuat di Aceh. Pilkada Gubernur Aceh 2006 menjadi tonggak awal yang memperkenalkan calon independen dalam pemilu. Kebijakan ini diperkenalkan sebagai bagian dari implementasi Nota Kesepahaman Helsinki 2005, yang memberikan Aceh otonomi khusus dalam banyak aspek, termasuk pemilihan kepala daerah.
Pada Pilkada 2006, pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar mencetak sejarah dengan menjadi gubernur dan wakil gubernur Aceh pertama yang terpilih melalui jalur independen. Kesuksesan mereka tidak hanya menjadi simbol demokrasi lokal yang lebih inklusif, tetapi juga membuka jalan bagi kandidat independen di seluruh Indonesia.
Sejak itu, jalur independen resmi diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah, memungkinkan masyarakat mencalonkan diri tanpa melalui partai politik. Namun, kandidat independen diwajibkan mengumpulkan dukungan berupa fotokopi KTP dari sejumlah pemilih, dengan persentase tertentu sesuai jumlah penduduk daerah.
Daftar Calon Independen di Aceh
Berikut adalah 12 pasangan calon independen yang maju di Pilkada Aceh 2024:
1. Pidie: Jamaluddin Abdullah – Sayuti
2. Aceh Besar: Muharram Idris – Syukri
3. Aceh Selatan: Hendri Yono – Mirwan
4. Aceh Tengah: Irmansyah – Azza Afri Saufa
5. Banda Aceh: Zainal Arifin – Mulia Rahman
6. Bener Meriah: Dailami – Kamaruddin
7. Langsa: Sofyanto – Abdullah
8. Aceh Jaya: M. Nazaruddin – Hendri H
9. Aceh Jaya: Yusdi – Syamduddin Yahya
10. Gayo Lues: Ismail – M. Ridha Syahputra
11. Subulussalam: Salmaza – Bahagia Maha
12. Sabang: Zulkifli H. Adam – Suradji Junus
Dengan klaim kemenangan Muharram di Aceh Besar dan Zulkifli Adam di Sabang, jalur independen kembali membuktikan potensinya sebagai pilihan strategis dalam demokrasi lokal. Hasil resmi dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh masih ditunggu untuk memastikan kemenangan ini.